Weekend Birding: Menyapa Burung-burung di Kampus IPB

23 September, 2025

Burung Indonesia kembali menggelar program bulanan Weekend Birding pada Sabtu (20/9/2025). Berbeda dengan lokasi sebelumnya di Jakarta, kali ini, lokasi pengamatan burung atau birdwatching berada di IPB Campus Dramaga, Bogor. Para peserta datang dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mereka mulai memadati area KOIN IPB sebagai titik kumpul pada pukul 07.00 WIB. Seperti biasa, sebelum birdwatching dimulai, para peserta dibagi menjadi dua kelompok.

Hammas Zia dan Alfian Surya Fathoni selaku fasilitator dari Burung Indonesia bergantian memberikan pengarahan penggunaan binokular yang akan digunakan selama birdwatching berlangsung. Setelah pembekalan sudah cukup, para peserta mulai menelusuri IPB Campus Dramaga yang diarahkan oleh Gybran dan Kevin sebagai pengarah rute selaku mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB. Suasana pagi yang sejuk menambah semangat peserta untuk mengamati burung. 

Hammas Zia mengaku senang sekaligus merasa beruntung dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini. Sebab, dia dapat memberikan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai peran penting burung dan fungsi ekologisnya di alam. 

Hammas Zia sedang memandu Weekend Birding di Kampus IPB (Foto: Burung Indonesia/Meiliza Laveda)

Menurutnya, para peserta yang hadir sangat beragam, dari yang sudah paham burung hingga yang baru pertama kali mencoba birdwatching. Oleh karena itu, area IPB Campus Dramaga menjadi lokasi yang tepat lantaran mempunyai keanekaragaman burung yang cukup tinggi dan ruang terbuka hijau yang luas.

Hal lain yang menambah keseruan adalah peserta anak-anak. Selain rasa ingin tahunya sangat tinggi, mereka juga senang berkelana dan menemukan sejumlah hal menarik, seperti sarang burung hingga bulu burung yang jatuh. Berbekal pengalaman edukasi dari kegiatan sebelumnya saat kuliah di UKM KPB Bionic UNY, Hammas terbiasa menyisipkan pembahasan konservasi dalam aktivitas yang menyenangkan bagi anak-anak. 

Para peserta Weekend Birding (Foto: Burung Indonesia/Meiliza Laveda)

“Sebenernya tidak ribet kok menghadapi anak-anak, tapi kadang mereka lucu dan suka ada pertanyaan di luar ekspektasi, misal kenapa burung namanya cabak maling, emang dia pencuri atau apa gitu. Mungkin dari kami lebih bijak saja dalam menanggapi dan memberikan informasinya,” katanya. 

Lain halnya dengan Alfian yang mendapat pesertanya dari kelompok dewasa. Pendekatan edukasi yang dia gunakan berbeda dengan Hammas. Dia mendorong peserta untuk mengamati karakteristik burung dahulu seperti ukuran hingga warna. Saat ada burung yang bertengger, Alfian baru menanyakan interpretasi peserta, kemudian membimbing mereka membedakan spesies yang mirip. 

Alfian sedang memandu Weekend Birding di Kampus IPB (Foto: Burung Indonesia/Fahmy Abdul Aziz)

“Misal bedanya bondol peking dan bondol jawa. Menurut kalian itu apa? Aku pancing dulu. Nanti kalau ada yang kasih jawaban, terus aku tambahin lagi,” ucapnya. 

Sepanjang jalur, mereka disuguhi beragam spesies, mulai dari tekukur biasa (Spilopelia chinensis), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), hingga burung-gereja erasia (Passer montanus). Sorakan riang terdengar ketika warna mencolok cabai jawa (Dicaeum trochileum), dan burung-madu kelapa (Anthreptes malacensis) tampak melintas di pepohonan. Peserta juga dibuat takjub saat melihat punai penganten (Treron griseicauda) dengan bulunya yang indah, serta cekakak sungai (Todiramphus chloris) yang sesekali terdengar panggilannya. Kehadiran takur ungkut-ungkut (Psilopogon haemacephalus) yang unik menambah keseruan pengamatan. 

Selain memperkaya pengalaman tentang keragaman burung di kawasan kampus, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga habitat burung. Kedua fasilitator menekankan bahwa vegetasi yang terjaga di kampus turut mendukung kelestarian berbagai spesies burung, sekaligus menunjukkan fungsi penting ruang hijau di perkotaan bagi kehidupan satwa liar.

Peserta Weekend Birding di Kampus IPB (Foto: Burung Indonesia/Meiliza Laveda)