Usai Lebaran, Mengintip Keragaman Burung di Kebun Raya Bogor

08 April, 2026

Setelah lebaran, Kebun Raya Bogor (KRB) mulai dipadati pengunjung pada 28 Maret 2026. Sejak pukul 07.30 WIB, lebih dari 50 peserta mulai berkumpul, membawa binokular, kamera, dan rasa penasaran untuk mengamati burung di habitat alaminya. Peserta yang hadir pun beragam, mulai dari pemula yang baru pertama kali mencoba birdwatching, hingga pengamat burung yang sudah berpengalaman, dengan rentang usia yang berbeda-beda.

Setelah sesi pembukaan singkat, peserta kemudian dibagi menjadi dua kelompok agar pengamatan bisa lebih fokus dan efektif. Setiap kelompok menyusuri jalur yang berbeda, untuk menemukan jenis burung yang beragam. Pagi itu, cuaca cerah turut mendukung jalannya kegiatan, membuat suasana pengamatan terasa nyaman dan menyenangkan.

Sepanjang perjalanan, peserta tidak hanya berjalan santai, tetapi juga aktif mengamati, mencatat, dan mendokumentasikan setiap jenis burung yang terlihat maupun terdengar. Sesekali, suasana diwarnai dengan tanya jawab saat mencoba mengidentifikasi burung yang melintas atau bertengger di kejauhan.

Peserta Weekend Birding (Foto: Burung Indonesia)

Perbedaan jalur yang ditempuh pun menghasilkan temuan yang menarik. Kelompok pertama mencatat 20 spesies burung dengan total 48 individu. Beberapa jenis yang cukup sering dijumpai di antaranya sikep-madu asia (Pernis ptilorhynchus) dan walet linci (Collocalia linchi). Selain itu, terlihat pula cinenen jawa (Orthotomus sepium), bondol haji (Lonchura maja), serta raja-udang meninting (Alcedo meninting).

Sementara itu, kelompok kedua mencatat hasil yang lebih tinggi dengan total 30 spesies. Jenis yang paling sering terlihat adalah cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan tekukur biasa (Spilopelia chinensis), masing-masing sebanyak 10 individu. Walet linci juga mendominasi dengan jumlah temuan mencapai 50 individu. Selain itu, peserta juga menjumpai kapinis rumah (Apus nipalensis), cucak delima (Rubigula dispar), cabai jawa (Dicaeum trochileum), punai gading (Treron vernans), hingga merbah corok-corok (Pycnonotus simplex).

Selain itu, di sekitar area danau, peserta juga menemukan burung pemangsa atau raptor seperti elang-alap kawah (Falco peregrinus). Raptor merupakan kelompok burung yang berada di puncak rantai makanan, dengan ciri khas paruh melengkung tajam dan cakar kuat untuk menangkap mangsa. Biasanya, mereka terlihat terbang di area terbuka dan membawa mangsanya ke tempat lain untuk dimakan, sehingga momen pengamatan ini menjadi salah satu highlight kegiatan.

Raja-udang meninting (Alcedo meninting) (Foto: Aditya Nugraha)

Momen istimewa pada pengamatan kali ini adalah perjumpaan dengan sikep-madu asia (Pernis ptilorhynchus) yang sedang menempuh jalur migrasi balik (spring migration). Kehadiran mereka memperkaya pengalaman pengamatan peserta dan menjadi pengingat pentingnya pelestarian jalur terbang lintas negara.

Melalui kegiatan birdwatching, peserta tidak hanya mengenal berbagai jenis burung, tetapi juga memahami perilaku dan interaksi mereka di alam. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk bertemu, berbagi cerita, dan belajar bersama di tengah suasana alam yang tenang.