Menyapa Burung Migran melalui Weekend Birding

10 Oktober, 2025

Setiap tahun, World Migratory Bird Day (WMBD) dirayakan sebanyak dua kali, pada Mei dan Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan dunia bahwa ada jutaan burung yang tengah melakukan perjalanan panjang lintas benua. Mereka melintasi laut hingga gunung demi bertahan hidup. Indonesia menjadi jalur penting bagi burung-burung migran. Setiap tahun, ribuan individu singgah di berbagai wilayah Nusantara untuk beristirahat dan mencari makan sebelum melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuannya.

Bagi para pengamat burung, musim migrasi pada periode September hingga Maret merupakan waktu yang paling dinantikan, termasuk bulan ini, Oktober. Burung-burung migran mulai berdatangan dari belahan Bumi utara, seperti Siberia, Tiongkok, dan Jepang. Mereka terbang ribuan kilometer menuju selatan untuk menghindari musim dingin, mencari tempat yang lebih hangat dan makanan yang melimpah. 

Perjalanan panjang itu tidaklah mudah. Banyak burung harus melintasi laut luas atau menghadapi badai di tengah perjalanan. Oleh karena itu, tempat-tempat persinggahan di Indonesia mempunyai peran penting menjadi tempat istirahat alami bagi burung migran. Di sinilah mereka mengisi energi sebelum kembali melanjutkan penerbangan. 

Beberapa spesies yang umum dijumpai di Indonesia antara lain kedidi golgol (Calidris ferruginea), dan gajahan timur (Numenius madagascariensis) yang menjadikan lahan basah dan pesisir sebagai habitat utamanya. Ada juga jalak cina (Agropsar sturninus), kowak melayu (Gorsachius melanolophus), cikrak kutub (Phylloscopus borealis), sikatan bubik (Muscicapa dauurica), dan layang-layang api (Hirundo rustica) yang dijumpai di kawasan perkotaan di Indonesia. Kedatangan mereka menandai masa yang penuh kehidupan di langit Indonesia. Aktivitas burung meningkat, suara kicauan semakin ramai, dan keragaman spesies yang bisa diamati pun bertambah. 

Ibis rokoroko (Foto: Burung Indonesia)

Weekend Birding: Cara Asyik Berbagi Ruang dengan Burung

Untuk menyambut momen ini, Burung Indonesia secara rutin mengadakan kegiatan Weekend Birding untuk mengajak masyarakat dari berbagai latar belakang mengenal burung dan habitatnya secara langsung. Kegiatan ini biasanya diadakan sebulan sekali dengan lokasi yang berganti-ganti, mulai dari taman kota di Jakarta hingga kawasan kampus di Bogor. Peserta datang dari beragam usia, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga keluarga. Mereka bersama-sama belajar mengenali jenis-jenis burung, mencatat hasil pengamatan, dan berdiskusi tentang perilaku serta habitatnya.

Melalui Weekend Birding, Burung Indonesia ingin menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap alam. Dengan mengamati burung, peserta diajak memahami bahwa lingkungan yang sehat bagi burung juga berarti lingkungan yang sehat bagi manusia.

Di ruang-ruang terbuka tempat kita berjalan, berolahraga, atau sekadar bersantai, burung juga hadir dan beraktivitas. Mereka mencari makan, bersarang, dan berinteraksi dengan lingkungan. Weekend Birding mengingatkan kita bahwa kota dan alam bukan dua hal yang terpisah melainkan keduanya bisa hidup berdampingan jika kita menjaga keseimbangannya.

Di tengah padatnya aktivitas harian dan hiruk-pikuk kehidupan kota, meluangkan waktu sejenak untuk melihat burung bisa menjadi cara sederhana untuk terhubung kembali dengan alam. Saat kita memperhatikan seekor burung hinggap di dahan atau mendengar kicauan di pagi hari, kita sebenarnya sedang belajar memperlambat langkah dan menghargai kehidupan lain di sekitar kita.

Menjadi pengamat burung tidak selalu berarti harus pergi jauh ke hutan atau taman nasional. Terkadang, burung-burung menarik justru ada di sekitar rumah kita, di taman kecil, halaman kantor, atau bahkan di kabel listrik pinggir jalan. Dengan sedikit perhatian dan kesabaran, kita bisa menemukan keindahan yang sering terlewat dari pandangan sehari-hari.

Kegiatan Weekend Birding (Foto: Burung Indonesia)

Melalui kegiatan seperti Weekend Birding, Burung Indonesia mengajak masyarakat untuk menjadikan pengamatan burung sebagai gaya hidup baru yang menyenangkan dan bermanfaat. Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan ini juga bisa mempererat hubungan antar anggota komunitas, sekaligus memperkuat komitmen kita dalam menjaga alam.

Burung-burung migran adalah pengingat bahwa Bumi saling terhubung. Mereka tidak mengenal batas negara atau wilayah. Mereka hanya mencari tempat yang aman untuk hidup. Menyambut mereka berarti juga menyambut keberagaman dan keseimbangan alam.

Melalui peringatan World Migratory Bird Day dan kegiatan Weekend Birding, kita diajak untuk berbagi ruang dengan burung, menghargai keberadaannya, dan menjaga lingkungan yang menjadi rumah bagi semua makhluk. Karena pada akhirnya, kota dan alam hanya akan benar-benar nyaman bila kita belajar hidup berdampingan di dalamnya.