Burung Indonesia menggelar Weekend Birding perdana pada Sabtu (24/5/2025) di Kebun Raya Bogor (KRB). Weekend Birding merupakan program bulanan Burung Indonesia untuk mengedukasi publik soal burung dengan melibatkan mereka dalam kegiatan pengamatan burung (birdwatching). Dalam program perdana ini, antusias publik sangat tinggi. Kuota sudah terpenuhi setelah tiga jam pendaftaran dibuka.
Pada Sabtu pagi, para peserta telah memadati pintu 4 KRB pukul 07.00 WIB. Setelah semua peserta terkumpul, mereka masuk beriringan yang dipandu oleh tim Burung Indonesia. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama akan dipandu bersama fasilitator Yasin dan kelompok kedua akan dipandu bersama Jihad selaku Senior Biodiversity Policy Officer Burung Indonesia. Sebelum mulai pengamatan, para peserta mendapat tanda pengenal, panduan lapangan, dan binokular untuk proses pengamatan burung.
Bagi mereka yang masih awam dengan kegiatan birdwatching, tim Burung Indonesia mengenalkan terlebih dulu tata cara memakai binokular dengan benar. Setelah semua perlengkapan selesai dibagikan, para peserta mulai berpetualang mencari burung di KRB. Untuk melihat burung lebih banyak, rute yang dipilih adalah jalan setapak yang dipenuhi dengan pohon-pohon. Kicauan burung mulai terdengar merdu dan langit sudah dipenuhi oleh berbagai jenis burung yang terbang.
Salah satu jenis burung kota yang mudah dikenali adalah cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster). Selain jumlah spesiesnya banyak, mereka juga tidak takut atau malu terhadap manusia. Menurut IUCN 2024, cucak kutilang berstatus Least Concern atau Risiko Rendah. Spesies ini memiliki kepala berwarna hitam dan tubuh berwarna putih.

Para peserta Weekend Birding di Kebun Raya Bogor (Foto: Burung Indonesia)
Tak terasa, jalan setapak yang dilewati berdekatan dengan sungai. Hal ini menandakan ada jenis burung lain yang bisa dilihat. Menurut Jihad, area dekat sungai menjadi tempat cekakak sungai (Collared Kingfisher) dapat ditemukan. Saat ada yang hinggap di antara bebatuan pinggir sungai, Jihad langsung memberi tahu para peserta untuk tidak berisik. Sebab, cekakak sungai termasuk salah satu spesies burung yang pemalu. Jika ada manusia, mereka langsung kabur. Makanya untuk memotret atau mengamatinya perlu keheningan dan kesabaran lebih agar tidak mengganggu mereka.
Sama dengan cucak kutilang, cekakak sungai juga berstatus Risiko Rendah. Warna birunya yang khas menjadi salah satu daya tarik spesies ini. Selain itu, paruhnya yang panjang juga menjadi inspirasi dibalik temuan kereta cepat. Kelompok burung kingfisher mempunyai paruh panjang runcing yang menyerupai sepatu wedges. Bentuk paruh moncong itu diaplikasikan menjadi desain kepala kereta cepat shinkasen.
Selain burung kota, pada Weekend Birding kali ini juga ditemukan burung liar, yaitu kakatua raja (Probosciger aterrimus). Dia sedang bertengger di rantai pohon dan makan kedondong. Sebenarnya, KRB bukan habitatnya. Yasin menjelaskan, di Indonesia, kakatua raja hanya dapat ditemukan di Papua. Spesies yang ditemukan di KRB merupakan burung lepasan. Saat ini, kakatua raja berstatus Mendekati Terancam Punah. Ada beberapa hal yang dikhawatirkan terkait burung lepasan. Karena bukan habitat aslinya, burung lepasan terkadang sulit untuk beradaptasi sehingga memengaruhi keberlangsungan hidupnya. Ditambah lagi, burung lepasan belum tentu menemukan spesies yang sama dengan mereka sehingga tidak dapat berkembang biak.
Selama pengamatan burung, tercatat sekitar 15 spesies burung yang ditemukan. Setelah pengamatan burung, para peserta berkumpul dan mulai berdiskusi dengan fasilitator. Dengan tertib dan takzim, mereka mendengarkan penjelasan Jihad dan Yasin bahwa burung-burung kota masih banyak ditemukan di sekitar kita. Namun, burung-burung kota juga tak terlepas dari ancaman-ancaman yang menyertainya, seperti mengecilnya area ruang hijau. Setelah pengamatan burung, Jihad dan Yasin juga mengajak publik untuk terus melakukan pengamatan burung karena bisa dilakukan di mana saja. Datanya pun tetap bisa dilaporkan melalui aplikasi KoboCollect. Nantikan Birding Weekend selanjutnya ya!

Para peserta Weekend Birding di Kebun Raya Bogor (Foto: Burung Indonesia)
