Mengamati Burung Pemangsa di Langit Puncak Bogor

27 Oktober, 2025

Burung Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan bulanan Weekend Birding, wadah rekreasi edukatif bagi masyarakat untuk menikmati keindahan alam sambil mengamati burung di habitat alaminya. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di kawasan Paralayang, Puncak, Bogor, dan digelar bersamaan dengan kegiatan tahunan pengamatan burung migrasi bertajuk Raptor Migratory Watch 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk memantau populasi dan pola migrasi burung pemangsa (raptor) yang melintasi kawasan selatan Jawa Barat, sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya konservasi burung pemangsa dan habitatnya. Melalui kegiatan pengamatan langsung di lapangan, para peserta dapat belajar mengenali jenis dan perilaku raptor migran, serta memahami perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan kolaborasi antara pengamat burung, masyarakat, dan lembaga konservasi dalam memperkuat jejaring pemantauan migrasi raptor di Indonesia.

Sejak pukul 08.00 WIB, para peserta yang berjumlah 43 orang mulai berdatangan di kawasan Paralayang yang diselimuti udara sejuk. Kegiatan diawali dengan diskusi interaktif bersama fasilitator dari Burung Indonesia, yang membuka sesi dengan pemaparan singkat mengenai fenomena migrasi burung pemangsa (raptor) di Indonesia. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana burung-burung pemangsa bermigrasi ribuan kilometer dari Asia Timur menuju kawasan tropis setiap tahunnya, serta tantangan yang mereka hadapi sepanjang perjalanan.

Para peserta Raptor Migratory Watch dan Weekend Birding (Foto: Burung Indonesia)

Setelah sesi pengantar, peserta bersama fasilitator melakukan pengamatan langsung di lapangan, mengarahkan pandangan ke langit untuk menyaksikan burung-burung raptor yang melintas di atas perbukitan Puncak. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata sekaligus melatih kemampuan peserta dalam mengenali jenis-jenis burung pemangsa berdasarkan ciri dan perilakunya di alam terbuka.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan diskusi hasil pengamatan, di mana peserta bersama tim Burung Indonesia mendiskusikan jenis-jenis raptor yang berhasil diamati, arah migrasinya, serta kondisi lingkungan yang memengaruhi perilaku mereka. Momen ini menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengetahuan dan memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga habitat alami burung migrasi.

Mengamati Langit Musim Migrasi

Pada kegiatan kali ini, peserta diajak mengamati burung-burung migran dari kelompok raptor (burung pemangsa) yang melintasi Indonesia. Setiap tahunnya, ribuan raptor bermigrasi dari daerah asalnya, seperti Cina, Jepang, dan Siberia menuju kawasan tropis untuk mencari habitat yang lebih hangat.

Diperkirakan sekitar satu juta burung raptor melintasi koridor Jalur Terbang Asia Timur–Australasia (East Asian–Australasian Flyway) yang membentang lebih dari 7.000 kilometer. Beberapa spesies dari Asia Timur menempuh dua rute utama, yaitu East Asian Continental Flyway (EACF) yang melalui Thailand, Malaysia, hingga Indonesia, dan East Asian Oceanic Flyway (EAOF) yang melalui Filipina.

Berada tepat di garis khatulistiwa dan diapit dua belahan bumi, Indonesia menjadi wilayah strategis bagi burung migran untuk beristirahat dan mencari makan sebelum melanjutkan perjalanan ke selatan.

Burung raptor memegang peran penting sebagai predator puncak dalam rantai makanan. Kehadiran mereka menjadi indikator ekosistem yang sehat karena mampu mengendalikan populasi mangsa dan menjaga keseimbangan komunitas alami. Dalam ilmu ekologi, raptor dikenal sebagai bioindikator, yaitu penanda alam yang menunjukkan kualitas lingkungan.

Sayangnya, populasi burung migran kini menghadapi berbagai ancaman. Perubahan fungsi lahan menjadi pertanian dan industri, pembangunan gedung tinggi, serta berkurangnya kawasan hutan menjadi faktor utama yang menghambat perjalanan migrasi mereka. Tak jarang, burung migran tewas karena kelelahan atau menabrak bangunan di tengah perjalanan panjangnya.

Upaya perlindungan burung migrasi terus dilakukan melalui kemitraan lintas pihak, melibatkan pemerintah, organisasi konservasi, akademisi, dan sektor swasta.

Para peserta Raptor Migratory Watch dan Weekend Birding (Foto: Burung Indonesia)

Langit Paralayang, Jalur Lintas Raptor

Kawasan Bukit Paralayang, Puncak Bogor merupakan salah satu titik strategis pengamatan burung raptor di Indonesia. Letaknya yang tinggi dan dikelilingi hutan alami menjadikannya tempat ideal untuk menyaksikan ratusan burung pemangsa mengepakkan sayap di langit.

Dalam kegiatan kali ini, peserta berhasil mengamati beberapa jenis raptor migran, di antaranya sikep-madu asia (Pernis ptilorhynchus), elang-alap nipon (Accipiter gularis), dan elang-alap cina (Accipiter soloensis).

Selain itu, ada juga burung raptor penetap (residen), seperti elang-ular bido (Spilornis cheela) dan elang hitam (Ictinaetus malaiensis). Pengamatan ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendokumentasikan data migrasi burung raptor di Indonesia.

Foto: Burung Indonesia