Kolaborasi Lintas Komunitas untuk Konservasi Keanekaragaman Hayati di Gorontalo

29 Oktober, 2025

Setiap tahun, Burung Indonesia merayakan hari jadinya melalui kegiatan “Merayakan Keberagaman Burung di Indonesia” (MKBI). Perayaan ini menjadi momentum untuk merayakan keanekaragaman hayati dan budaya di Indonesia. MKBI digelar di setiap lokasi kerja Burung Indonesia, salah satunya di Gorontalo. Pada tahun 2025, MKBI hadir dengan warna baru melalui kolaborasi lintas pihak antara Burung Indonesia Program Gorontalo, Pemerintah Provinsi Gorontalo, dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang bertajuk “Burung Indonesia Goes to Kampus.”

Acara digelar pada 29 September-1 Oktober 2025 yang berisi beragam kegiatan mulai dari lokakarya, dialog akademik dan komunitas, pameran seni dan UMKM, pentas seni bertema lingkungan, hingga pengamatan burung di lapangan. Melalui kegiatan ini, Burung Indonesia ingin memperkuat kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Salah satu fokus utama tahun ini adalah sosialisasi Pengelolaan Ekosistem Mangrove Provinsi Gorontalo yang menjadi panduan untuk melestarikan ekosistem mangrove di Gorontalo.

Peluncuran dan Sosialisasi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Provinsi Gorontalo (Foto: Burung Indonesia)

 Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Burung Indonesia dan Universitas Negeri Gorontalo. Kerja sama yang sebelumnya telah berjalan hingga tahun 2022 kini diperbarui untuk menyesuaikan dengan isu-isu strategis terkini, terutama dalam bidang konservasi dan keberlanjutan. Ke depan, kolaborasi ini akan diperluas melalui kerja sama antara Burung Indonesia Program Gorontalo dengan berbagai fakultas, seperti Fakultas MIPA dan Fakultas Sastra dan Budaya, yang telah lama mendukung berbagai inisiatif pelestarian.

Dalam semangat yang sama, dialog akademik turut digelar dengan melibatkan perwakilan fakultas dan program studi di lingkungan UNG. Forum ini menjadi ruang berbagi gagasan antar akademisi dan praktisi mengenai upaya konservasi keanekaragaman hayati, serta peluang kolaborasi lintas disiplin dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Gorontalo.

Tak hanya akademisi, keterlibatan komunitas juga menjadi bagian penting dari MKBI 2025. Melalui dialog komunitas, mahasiswa dan berbagai komunitas lingkungan diajak berdiskusi mengenai gaya hidup berkelanjutan. Pembahasan isunya, mulai dari sustainable fashion dan sustainable food, hingga pengelolaan limbah plastik dan dampaknya terhadap keberlanjutan ekosistem. Diskusi ini menjadi wadah untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun kesadaran ekologis di tingkat lokal.

Diskusi soal gaya hidup berkelanjutan (Foto: Burung Indonesia)

Acara semakin meriah dengan pementasan seni bertema lingkungan, pameran foto dan produk UMKM lokal, serta permainan edukatif tentang keanekaragaman hayati. Produk yang ditampilkan meliputi karya ecoprint, olahan pangan berbasis sumber daya alam berkelanjutan, hingga foto dan cerita inspiratif dari masyarakat desa dampingan. Sebagai bentuk partisipasi nyata, peserta juga diajak berdonasi melalui pengumpulan limbah plastik yang akan diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Puncak kegiatan ditutup dengan pengamatan burung atau birdwatching di taman kampus UNG, salah satu lokasi penting bagi pengamatan burung di Gorontalo. Kegiatan ini memberi kesempatan bagi mahasiswa dan peserta untuk mengenal langsung kekayaan jenis burung di alam dan memahami pentingnya menjaga habitat mereka.

Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, Burung Indonesia berharap dapat memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai pihak, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi, serta memperluas dampak program di wilayah Gorontalo. Tak kalah penting, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan Burung Indonesia kepada publik yang lebih luas serta mendorong partisipasi masyarakat untuk bergabung sebagai anggota Burung Indonesia yang menjadi bagian dari gerakan bersama menjaga keberlanjutan alam Indonesia.