Di tengah kehidupan modern dan gemerlap kota, masih ada masyarakat yang tanpa lelah menjaga dan merawat alam. Mereka adalah warga Desa Melung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Langkah itu dimulai dari hal sederhana: mengenali apa yang alam sediakan. Bukan sekadar tanah untuk dibangun atau ditanami, tetapi ruang hidup yang menghubungkan manusia, air, tumbuhan, dan satwa dalam satu kesatuan.
Upaya ini dimulai melalui pemetaan partisipatif. Warga bersama pemerintah desa menyusun peta tata guna lahan sebagai dasar pengelolaan ruang sekaligus menjaga keanekaragaman hayati. Peta ini kemudian diperkuat dengan kesepakatan bersama untuk melindungi kawasan-kawasan penting di desa.
Melalui proses ini, cara pandang warga terhadap wilayah mereka pun berubah. Kawasan perbukitan dan hutan yang sebelumnya dianggap sebagai lahan cadangan kini dipahami sebagai penyangga kehidupan. Di sanalah air dijaga, tanah dilindungi, dan berbagai satwa, termasuk burung, terjaga habitatnya.
Burung Indonesia turut mendampingi proses ini sejak awal hingga akhir. Pada Februari lalu, Kepala Desa Melung, Khoerudin, menandatangani pengesahan Peta Pemanfaatan Ruang dan Lahan Desa Melung sebagai hasil dari pemetaan partisipatif Rencana Tata Guna Lahan (RTGL). Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam pengelolaan ruang desa yang berbasis data, partisipatif, serta mempertimbangkan aspek ekologis dan sosial masyarakat.

Foto: Burung Indonesia/Deta Alviona Saputri
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Desa Melung bersama para pihak juga menandatangani Kesepakatan Pelestarian Alam Desa (KPAD) sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga, melindungi, dan mengelola keanekaragaman hayati serta sumber daya alam secara lestari.
“Peta ini menjadi dasar bagi kami dalam merencanakan pembangunan desa yang tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga memperbaiki lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati. Ini adalah ikhtiar untuk memastikan alam tetap lestari bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Khoerudin.
Di sisi lain, kebun campuran yang dikelola masyarakat menunjukkan bahwa ruang produksi juga bisa tetap ramah terhadap alam. Beragam tanaman yang tumbuh berdampingan tidak hanya menghasilkan pangan dan pendapatan, tetapi juga menyediakan habitat bagi berbagai jenis satwa. Lanskap ini menjadi contoh keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Sumber air pun mendapat perhatian utama. Mata air dan aliran sungai kecil dipahami sebagai bagian dari keberlanjutan desa. Menjaga air berarti menjaga kehidupan, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Lanskap Hutan Desa Melung (Foto: Burung Indonesia/Deta Alviona Saputri)
Upaya ini semakin bermakna bukan hanya karena hasil akhirnya, tetapi juga prosesnya. Pemetaan dilakukan secara partisipatif, melibatkan warga dari berbagai latar belakang. Dari sini tumbuh pemahaman, rasa memiliki, dan kesadaran kolektif untuk menjaga ruang hidup bersama.
Kesepakatan yang lahir bukan sekadar dokumen, melainkan cerminan pilihan bersama untuk merawat alam. Bagi warga, menjaga hutan, kebun, dan sumber air adalah bagian dari menjaga kehidupan itu sendiri.
Pengalaman Desa Melung menunjukkan bahwa desa adalah aktor kunci dalam upaya konservasi. Keputusan untuk menata ruang, melindungi hutan perbukitan, mempertahankan kebun campuran, dan menjaga sumber air dapat berdampak langsung pada keberlanjutan bentang alam yang lebih luas.
Peta dan kesepakatan ini mungkin terlihat sederhana. Namun, jika praktik serupa tumbuh dan menyebar, desa-desa di Indonesia dapat menjadi fondasi kuat bagi upaya pelestarian keanekaragaman hayati. Dari hutan kecil di perbukitan, kebun yang dirawat warga, hingga mata air yang dijaga bersama, alam dipelihara secara perlahan namun berkelanjutan.
Pada akhirnya, menjaga bumi tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ia tumbuh dari kesadaran untuk merawat ruang hidup terdekat, yakni dari desa, dari komunitas, dan dari pilihan-pilihan kecil yang dilakukan bersama.
Selamat Hari Bumi.
Tulisan: Sahdi Sutisna, Community Stakeholder and Participation Officer Burung Indonesia
