Goresan jingga dari ufuk timur mulai terbit perlahan sekitar pukul 05.30 WIB pada Sabtu (25/4/2026) di Villa Medinila, Kebun Raya Cibodas (KRC), Bogor, Jawa Barat. Keindahan arunika siap menyambut Sabtu pagi, dilengkapi gradasi jingga yang kian cerah. Dari pintu villa, hamparan hijau menyelimuti pemandangan. Kicauan burung mulai terdengar di antara pepohonan yang megah. Perpaduan harmoni mereka menjadi penanda bahwa alam juga memiliki iringan musik yang tak kalah asyik.
Peserta Weekend Birding bulan April yang menginap di villa mulai berhamburan ke area luar. Di ujung ranting pohon besar di belakang villa, terlihat cekakak jawa (Halcyon cyanoventris) hinggap dengan tenang. Walet linci (Collocalia linchi) dan takur ungkut-ungkut (Psilopogon haemacephalus) terbang melintasi langit Cibodas. Tak lama dari itu, peserta Weekend Birding yang tidak menginap berdatangan satu per satu. Ada datang sendiri, ada pula yang bersama keluarga. Mereka berkumpul di depan villa, dari berbagai macam latar belakang hingga usia. Mulai dari berusia lebih dari 60 tahun hingga dua tahun. Mereka semua datang dengan satu tujuan, mencari dan mengamati burung-burung di KRC.
Setelah semua peserta berkumpul, panitia mulai membagikan peralatan pengamatan burung (birdwatching) berupa panduan lapangan (field guide) dan binokular. Agar pengamatan berjalan efektif, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama didampingi oleh A. Yasin Chuamedi, sementara kelompok kedua oleh Ari Noviyono. Keduanya menyusuri jalan sekitar vila dengan rute yang berbeda.

Kegiatan Weekend Birding di KRC (Foto: Burung Indonesia/Meiliza Laveda).
Area KRC sangat rimbun. Kanan-kiri jalan dipenuhi dengan pepohonan tinggi yang menjadi tempat berkumpul burung-burung. Di balik kesunyian yang diselingi suara langkah kaki, sejumlah burung mulai terlihat. Wergan jawa (Alcippe pyrrhoptera), yang warnanya menyerupai dedaunan, tampak bertengger di rantai pohon. Tak ingin melewatkan momen, peserta yang membawa kamera segera mencari posisi terbaik untuk memotret. Sementara yang lain, menikmati keindahan burung mungil itu melalui binokular.
Selepas menemukan wergan jawa, beberapa jenis lain juga terpantau, seperti bondol jawa (Lonchura leucogastroides), pelanduk semak (Malacocincla sepiaria), dan kedasi hitam (Surniculus lugubris). Rute yang terjal dan berbelok tidak menyurutkan semangat peserta untuk menemukan berbagai jenis burung di Cibodas. Salah satu jenis yang menarik adalah cerecet jawa (Psaltria exilis), burung terkecil di Indonesia yang berukuran 7-10 cm. Dengan gesit, gerombolan cerecet jawa terbang dari satu ranting ke ranting lain.
Pemandangan itu terasa sangat dekat, hanya sekitar satu setengah meter. Tanpa binokular pun, peserta dapat melihatnya dengan jelas. Cerecet jawa merupakan burung endemis Jawa yang tersebar di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah, umumnya di atas ketinggian 1.000 mdpl. Si mungil ini memakan serangga kecil dan kutu loncat.
Berbeda dengan kelompok pertama, kelompok kedua menemukan jenis lain, seperti cekakak sungai (Todiramphus chloris) dari kelompok Kingfisher. Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus), bondol peking (Lonchura punctulata) juga dijumpai sepanjang perjalanan. Selain cerecet jawa, bintang lain yang beberapa kali terlihat adalah cucak gunung (Pycnonotus bimaculatus), baik sendirian maupun dalam kelompok. Burung ini menyukai tempat terbuka di hutan atau vegetasi di tepian sungai wilayah pegunungan di atas 800 mdpl.

Elang-ular bido (Spilornis cheela) (Foto: Burung Indonesia/Ari Noviyono).
Jenis burung menarik lainnya adalah kadalan birah (Phaenicophaeus curvirostris). Tubuhnya besar, berukuran 49 cm, dan dapat ditemukan berpasangan atau kelompok kecil. Sarang mereka berupa susunan ranting berdaun di pohon dengan jumlah telur sekitar tiga butir. Burung pemangsa (raptor) pun terlihat saat pengamatan. Elang-ular bido (Spilornis cheela) tampak sedang melayang-layang di udara (soaring) berputar dengan gagah.
Selama pengamatan, peserta bukan hanya menemukan burung, melainkan hewan lain, seperti lutung jawa dan makaka. Kehadiran mereka menjadi pelengkap ekosistem di kawasan KRC. Setelah pengamatan, diskusi pun dilakukan seperti biasa. Kegiatan Weekend Birding yang diadakan setiap bulan ini menjadi pengingat bahwa memahami keberadaan hewan dan cara hidupnya merupakan kunci pelestarian alam. Dari kegiatan sederhana ini, tumbuh kesadaran bahwa hewan dan tumbuhan yang hidup di alam juga menjadi tanggung jawab manusia sebagai khalifah di Bumi.

Kegiatan Weekend Birding (Foto: Burung Indonesia/Novi Mesrina Cicionta).
